Rabu, 17 Mei 2017

AGEN TOGEL TERPERCAYA - Anies Baswedan, ‘Umpan’ Jokowi untuk Hempaskan Prabowo di Pilpres 2019?

AGEN TOGEL TERPERCAYA - Anies Baswedan, ‘Umpan’ Jokowi untuk Hempaskan Prabowo di Pilpres 2019?



AGEN TOGEL TERPERCAYA - Saya tertarik melihat sepak terjang Presidoen Joko Widodo dalam pertarungan penuh gengsi bernama Pilkada DKI 2017. Jokowi terlihat begitu kalem menghadapi banyaknya isu yang berkembang mengiringi proses Pilkada kali ini mulai dari isu penistaan agama, isu PKI sampai dengan isu akan diangkatnya Ahok menjadi Mendagri menggantikan Tjahyo Kumolo pasca kekalahan Ahok di Pilkada kali ini. Ada apa dengan Pak Jokowi yang cenderung kalem dan tidak reaktif ini? apa ini memang sudah menjadi karakter beliau sejak lahir atau merupakan strategi jitu dalam menyambut Pilpres 2019? Berikut Analisanya.

Pertama, dicopotnya Anies dari jabatan Mendikbud Kabinet Kerja memunculkan banyak persepsi dari berbagai kalangan. Ada yang menganggap bahwa ini murni dari hasil penilaian kinerja Anies yang dalam perspektif Presiden Jokowi masih kurang greget dan minim gebrakan, ada pula analisis yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi memberikan ruang bagi ormas Muhammadiyah (Muhadjir Efendi adalah kader Muhamadiyah) untuk ikut andil dalam pemerintahan, atau ada kepentingan lain yang lebih besar yang mengiringi reshuffle tersebut. Jawaban ketiga sepertinya patut untuk diberikan pertimbangan yang lebih dalam.

Kedua, sosok Anies sebagai akademisi lulusan Amerika yang cerdas dan dibarengi dengan tutur kata yang santun sepertinya mustahil ‘ditendang’ Jokowi dari Kursi Kabinet Kerja yang memerlukan sosok revolusioner untuk mendukung program Nawacita. Namun, dengan kenyataan bahwa pada akhirnya Anies harus meninggalkan kursi empuk Mundikbud, sepertinya Jokowi sedang mempersiapkan Anies sebagai ‘umpan’ yang akan disambar oleh lawan politik dan pion dalam kontestasi politik Nasional. Dan ternyata benar bahwa Anies langsng disambar oleh Prabowo dan Gerindra untuk melawan petahana yang elektabilitasnya seperti mustahil untuk disaingi saat itu.

Ketiga, Dengan masuknya Anies dalam gerombolan lawan politik Jokowi pada Pilpres 2014 dan kemungkinan besar juga Pilpres 2019 mendatang, otomatis akan dijadikan senjata ampuh oleh mereka untuk menyerang pemerintah dan menggerus elektabilitas Jokowi menjelang Pilpres 2019. Sepertinya strategi Jokowi menjadikan Anies sebagai umpan menjelang Pilpres 2019 berhasil dan Anies tanpa diduga melenggang mulus menuju DKI 1 periode 2017-2022. Dengan begitu, semakin terlihat bahwa strategi Jokowi sedang berjalan mulus dan tidak disadari oleh lawan politiknya.


Keempat, sikap Jokowi yang cenderung kalem dan tidak responsif terhadap serangan yang bertubi-tubi terhadap partner terbaiknya, Basuki Tjahaya Purnama, seakan menunjukkan bahwa Jokowi berada pada posisi yang netral dalam Pilkada DKI kali ini meskipun partai tempat Jokowi bernaung memberikan dukungan yang begitu kuat dan massif terhadap Ahok. Melihat sifat kalem tersebut, publik seperti diyakinkan bahwa Presiden Jokowi tidak berpihak di pihak Ahok yang dituduh sebagai penista Agama dan menuai banyak kecaman dari ‘umat Islam’ bumi datar. Hal ini jelas akan membuat elektabilitas dan kepercayaan publik kepada Jokowi lebih terkontrol dan stabil sementara elektabilitas Prabowo juga tidak akan bergerak pada angka yang rendah. Strategi yang jitu.

Kelima, dengan melenggangnya Anies menjadi DKI 1 yang tidak dibarengi dengan track record yang cemerlang sebagai birokrat akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Presiden Jokowi. seperti dengan nyata terlihat bahwa kemampuan retorika Anies Baswedan adalah yang terbaik dari ketiga Calon Gubernur yang bertarung di Pilkada Kali ini. Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan hasil kerja yang spektakuler selama menjabat sebagai Mendikbud beberapa waktu yang lalu. Dengan dukungan dari Gerindra di belakangnya, jika ternyata hasil kerja Anies selama menjadi DKI 1 tidak memuaskan, tentunya hal ini juga akan merugikan bagi Gerindra, utamanya Prabowo yang masih bernafsu menjadi RI 1 pada Pilpres mendatang. Hal ini mengingatkan kita pada perhelatan Pilpres 2014 dimana elektabilitas Prabowo meningkat tajam karena dibantu oleh kinerja kadernya yang duduk di kursi DKI 2 pada waktu itu. Seperti kita ketahui bahwa Gerindra lah yang mengusung Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012 dan bahkan Prabowo turut hadir sebagai juru kampanye pasangan ini. Dengan Prabowo sekarang berada di kubu Anies yang minim prestasi kerja sebagai birokrat dan hanya pandai beretorika semata, bukan tidak mungkin hasil sebaliknya akan diperoleh Prabowo pada Pilpres 2019 sebagai akibat dari ketidakbecusan kadernya memegang amanah sebagai DKI 1 kali ini.

Dengan analisis tersebut, sepertinya jalan Prabowo menuju RI 1 akan kembali kandas jika Anies benar-benar tidak becus dalam mengelola pemerintahan di DKI Jakarta. Sebaliknya, Presiden Jokowi tidak perlu kampanye lagi dan fokus bekerja demi rakyat Indonesia karena rival terberatnya kembali menelan pil pahit akibat memakan ‘umpan’ Jokowi bernama Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts