AGEN TOGEL TERPERCAYA - Tokoh Jahat, Politikus Busuk Yang Menyerang Novel Baswedan

Saya terpukul sekali mendengar kabar ini. Seseorang yang menyuarakan kebenaran, pasti ujung-ujungnya nyawa merekalah yang jadi taruhannya. Ketika kami berusaha menunjukan pejabat-pejabat busuk itu ke permukaan, mereka kerap juga berusaha melawan dengan segala cara untuk membungkam.
AGEN TOGEL TERPERCAYA - Pak, Bu, siapapun dirimu, siapapaun kamu para politikus busuk diluar sana. Kami tidak pernah takut dengan kalian. Suara kami, saya berjanji suatu saat di masa depan akan membuat kalian runtuh. Membuat kalian bungkam tak berkutik dan tak mampu melawan lagi !
Kami sudah muak dengan tipu daya kalian, kalian pikir kami hanya bisa diam dibalik layar? Tunggulah aksi-aksi puncak kami membela apa yang menurut kami benar.
Novel Baswedan upayamu tidak akan pernah sia-sia.
Hari ini ketika pak Novel Baswedan pulang sehabis sholat subuh, sehabis menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, dirinya mendapat musibah berupa siraman air keras dari orang yang tidak dikenal. Terror ini membuat hati saya sakit, melihat kondisi wajah beliau sungguh memprihatinkan saat ini.

Novel Baswedan Alami Luka di Wajah Akibat Disiram Air Keras
Upaya teror ini sangat jelas mungkin hanya sebuah teguran buat pak Novel Baswedan untuk diam, berani kamu membuka kami, maka nyawamu pasti berikutnya yang akan melayang.
Pemerintahan Indonesia memang kerap disusupi oleh para bajingan-bajingan kelas teri yang sudah menjabat dari dahulu, mereka mempunyai lingkaran setan antar sesamanya, saling tolong menolong dalam keburukan. Harta, Tahta, Wanita, semua rayuan setan itu kerap sekali terlihat pada politikus-politikus busuk ini.
Menginggat sejarah. Mari kita review lagi sejarah masa lalu sekaligus mencari siapa Politikus Busuk, tokoh jahat di balik teror kepada KPK kali ini.
Tommy Soeharto
26 Juli 2001 Hakim Agung Mahkamah Agung (MA), Syafiuddin Kartasasmita Tewas ditembak oleh orang tak dikenal yang ternyata merupakan suruhan dari Tommy Soeharto
Lihatlah contoh buruk ini? Otak dibalik pembunuhan hanya di penjara 5 tahun, padahal seharusnya Tommy Soeharto yang sudah di vonis 15 tahun saja sudah sangatlah aneh, kemudian di korting jadi 5 tahun? Hebat sekali Tommy Soeharto ini.
Seakan-akan ini menunjukan keseluruh warga Indonesia, Jangan main-main kamu dengan Cendana. Kalau lo main-main nyawa lo taruhannya, gue dipenjara? Penjara bisa gw bayar buat beri saya grasi. Pemerintah ini gw yang atur.
Mungkin bagi saya, pertemanan lingkaran setan itu ada hubungannya semua dengan aktifitas mereka saat ini, kalau kita telaah hubungan Tommy Soeharto dengan FPI, Gerindra, PKS, Perindo cukup erat dan dekat apalagi pada saat Pilkada kali ini.
Hal ini terhubung dengan nama-nama yang terucap saat persidangan kasus mega korupsi E-KTP tersebut, kedua tokoh yang sensasional tersebut dalam nama itu adalah
Fadli Zon & Fahri Hamzah

Merasa dirinya di sebut, mereka berdua ini juga kerap membantah, mereka yang panik ini juga sangat mendesak untuk merivisi UU KPK.
Sampai-sampai Fadli Zon pun mengarang kalau pak Jokowi disebut-sebut setuju untuk Revisi UU KPK, saya sempat membahasnya pada laman berikut ini : Fadli Zon Kalang Kabut ! Pada laman itu sudah saya bahas sangat detail terkait buru-burunya Fadli Zon seakan-akan dia sangat sedang kalang kabut.
Lalu Pemerintah membantah tudingan Fadli Zon Tersebut “Jadi sampai hari ini perlu diperjelas bahwa secara resmi untuk melakukan revisi UU KPK belum disampaikan kepada Presiden. Kepada pemerintah,”
Ia juga menjelaskan isu revisi UU KPK bukanlah pertama kalinya. Pada awal tahun lalu juga pernah ada, namun ditolak oleh Presiden. “Pada waktu 2016 (Pak Jokowi) kan menolak revisi itu. Apalagi yang beredar waktu itu di teman-teman media kan intinya lebih pada melemahkan KPK,” paparnya. Sumebr Detik
Mendengar hal itu Fahri Hamzah pun meradang, dengan suara meninggi, dia terkesan seperti marah-marah. “Tanya dulu. Kalau enggak, ya enggak, sudah, tutup dong. Tutup buku dong. Jangan dikembangkan dong. Kalau pemerintah enggak mau sudah dong. Tutup buku dong!” ujar Fahri dengan suara meninggi.
Ia mempertanyakan kejelasan sikap pemerintah yang dinilainya tidak konsisten terkait rencana revisi UU KPK. Sumber Kompas
Lihatlah kedua orang ini, lingkaran setan tersebut mungkin benar-benar ada. Mereka akan terus melakukan keburukan demi keburukan dari contoh pemimpin besar mereka, the real big boss yang dari dahulu sudah mempunyai sejarah buruk bagi bangsa ini. Main bunuh.
Begitu juga dengan Novel Baswedan Ini mungkin hanyalah awal sebagai peringatan, tapi kalau dia meneruskan sudah pasti juga bakal di tembak mati di jalanan. Sungguh kejam para politikus busuk ini. Siapapun dirimu yang melakukan aksi keji penyiraman air keras ini, ingatlah suatu saat kebenaran pasti akan terungkap !





Tidak ada komentar:
Posting Komentar